Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

PT KMH Gelar Coffee Morning, Klarifikasi Isu Penurunan Debit Air Danau Kerinci

Jumat, 06 Februari 2026 | Februari 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-10T15:09:11Z

 

KERINCI – PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) menggelar kegiatan coffee morning bersama insan pers dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) se-Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh di Aula Hotel Mahkota, Kamis (5/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Manager PT Kerinci Merangin Hidro, Asroli, memaparkan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci sekaligus memberikan penjelasan terkait isu penurunan debit air Danau Kerinci yang belakangan menjadi perhatian publik.

Asroli menegaskan bahwa operasional PLTA Merangin Hidro tidak sepenuhnya bergantung pada air Danau Kerinci. Dari total kebutuhan air sekitar 100 meter kubik per detik untuk menggerakkan tiga unit turbin, hanya sekitar 40 persen yang bersumber dari danau. Sementara 60 persen lainnya berasal dari aliran Sungai Batang Merangin dan anak-anak sungainya.

“Penggunaan air dari Danau Kerinci hanya sekitar 40 persen. Selebihnya berasal dari Sungai Batang Merangin,” kata Asroli.

Ia menjelaskan, penurunan debit air Danau Kerinci lebih dipengaruhi oleh faktor iklim, khususnya defisit curah hujan di wilayah daerah tangkapan air. Menurutnya, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh aktivitas operasional PLTA. Selain itu, modifikasi cuaca yang dilakukan oleh pihak terkait juga disebut berpotensi memengaruhi kondisi hidrologis di wilayah Kerinci.

Berdasarkan hasil pemantauan pada awal Januari 2026, penurunan muka air Danau Kerinci terjadi secara bertahap dan konsisten, tanpa menunjukkan kondisi ekstrem atau tidak wajar. Debit air keluar dari danau disebut tetap dijaga stabil dan disesuaikan dengan aliran air yang masuk.

Asroli juga menyampaikan bahwa penurunan penyerapan energi oleh PLN lebih dipengaruhi oleh kondisi tampungan waduk, bukan akibat berkurangnya volume air Danau Kerinci.

“Penurunan muka air Danau Kerinci merupakan respons alami terhadap rendahnya curah hujan, bukan akibat gangguan teknis maupun kesalahan pengelolaan sumber daya air,” ujarnya.

PT Kerinci Merangin Hidro berharap seluruh pemangku kepentingan dapat terus melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi Danau Kerinci guna menjaga keseimbangan ekosistem dan ketersediaan air, terutama dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Perusahaan juga menyatakan terbuka untuk berdialog secara transparan dengan masyarakat, khususnya yang terdampak pada sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata, serta mendukung pengawasan lingkungan dan evaluasi debit air secara berkala. (***)

×
Berita Terbaru Update