Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Wajah Baru Pasar Tanjung Bajure: Tertib, Aman, dan Tanpa Pungutan Liar

Jumat, 03 April 2026 | April 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-14T07:54:46Z

 

SUNGAI PENUH - Upaya penertiban yang dilakukan Pemerintah Kota Sungai Penuh di kawasan Pasar Tanjung Bajure mulai menunjukkan dampak nyata. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Alfin, S.H dan Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, kawasan pasar yang sebelumnya semrawut kini berubah menjadi lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.

Penataan ini tidak hanya berfokus pada penertiban lapak pedagang, tetapi juga menyasar praktik pungutan liar (pungli) dan premanisme yang selama ini menjadi keluhan utama. Hasilnya, suasana pasar kini jauh lebih kondusif. Pedagang dapat berjualan dengan tenang, sementara pengunjung merasa lebih aman saat berbelanja.

Perubahan paling terlihat tampak pada kondisi fisik pasar. Area yang sebelumnya padat dan tidak teratur kini telah ditata lebih rapi, memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi aktivitas jual beli. Kebersihan lingkungan juga meningkat, menciptakan suasana yang lebih nyaman dan tidak lagi kumuh.

Selain itu, kelancaran transaksi turut mengalami peningkatan. Penataan yang lebih sistematis membuat arus pengunjung menjadi lebih tertib, sehingga interaksi antara pedagang dan pembeli berlangsung lebih efisien. Kondisi ini berdampak langsung pada perputaran ekonomi di dalam pasar.

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menegaskan bahwa langkah penertiban ini bertujuan untuk menciptakan pasar yang layak tanpa merugikan pedagang. Menurutnya, pasar yang tertata baik akan memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak.

“Penataan ini bukan untuk merugikan pedagang. Kami ingin menghadirkan pasar yang lebih bersih, nyaman, dan mendukung kelancaran aktivitas jual beli,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah terus memastikan penataan berjalan optimal. Bersama Sekretaris Daerah Alpian dan jajaran terkait, ia turun langsung meninjau kondisi pasar, Jumat (3/4/2026), sekaligus berdialog dengan pedagang untuk menyerap aspirasi.

Dalam peninjauan tersebut, Azhar memastikan para pedagang telah menempati lokasi yang sesuai dan tidak lagi berjualan di area terlarang. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban yang telah tercipta.

“Kami ingin pasar ini rapi, bersih, dan nyaman. Dengan begitu, aktivitas ekonomi masyarakat bisa berjalan lebih lancar,” kata Azhar.

Pemkot Sungai Penuh dalam pelaksanaannya mengedepankan pendekatan humanis dengan melakukan pendataan ulang pedagang. Langkah ini dilakukan agar penertiban tidak mengabaikan kepentingan masyarakat yang menggantungkan hidup di sektor perdagangan.

Ke depan, pemerintah mengimbau seluruh pedagang dan pengunjung untuk bersama-sama menjaga ketertiban pasar. Kepatuhan terhadap aturan, menjaga kebersihan, serta menjauhi praktik pungli menjadi kunci agar Pasar Tanjung Bajure tetap menjadi pusat ekonomi yang aman, nyaman, dan berdaya saing.(*)

×
Berita Terbaru Update