Berdasarkan Laporan Hasil Tender yang diterbitkan Biro Pengadaan Barang dan Jasa Kementerian Kesehatan pada 1 Juni 2026, paket pekerjaan konstruksi fisik pembangunan dan renovasi RSUD Kabupaten Kerinci dengan pagu anggaran sebesar Rp138,947 miliar telah menyelesaikan seluruh tahapan proses pengadaan.
Dari hasil evaluasi yang meliputi aspek administrasi, teknis, kualifikasi, dan harga, PT PP Urban (Urban–Penta KSO) ditetapkan sebagai pemenang dengan nilai penawaran terkoreksi sebesar Rp137,509 miliar.
Sementara itu, PT Hutama Karya (Persero) ditetapkan sebagai calon pemenang cadangan pertama dengan nilai penawaran Rp138,391 miliar, sedangkan PT Nindya Karya (Persero) menjadi calon pemenang cadangan kedua dengan nilai penawaran Rp138,669 miliar.
Bupati Kerinci Monadi menyambut positif selesainya proses tender tersebut. Menurutnya, pembangunan RSUD Kerinci merupakan salah satu program strategis yang sangat dinantikan masyarakat dan menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
“Alhamdulillah, proses tender pembangunan RSUD Kabupaten Kerinci telah selesai dan pemenangnya sudah ditetapkan. Ini merupakan kabar yang sangat membahagiakan sekaligus menjadi langkah besar dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Kerinci,” ujar Monadi.
Ia menegaskan bahwa pembangunan RSUD bukan hanya sebatas pembangunan gedung baru, melainkan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Menurut Monadi, keberadaan rumah sakit yang lebih modern nantinya akan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, sekaligus meningkatkan kemampuan daerah dalam memberikan pelayanan medis yang cepat, aman, dan profesional.
“Kami berharap seluruh tahapan selanjutnya dapat berjalan lancar hingga pembangunan selesai sesuai jadwal dan spesifikasi yang telah ditetapkan. Pemerintah Kabupaten Kerinci akan terus mengawal dan mendukung proyek ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Monadi juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan, Biro Pengadaan Barang dan Jasa, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses tender yang berlangsung secara transparan, profesional, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia berharap pembangunan RSUD Kerinci nantinya tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Sesuai ketentuan yang tercantum dalam laporan hasil tender, sebelum diterbitkannya Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ), Pejabat Penandatangan Kontrak akan melakukan reviu terhadap seluruh hasil proses tender untuk memastikan seluruh tahapan telah berjalan sesuai prosedur dan pemenang memiliki kemampuan melaksanakan pekerjaan sebagaimana kontrak yang akan disepakati.
Pembangunan dan renovasi RSUD Kabupaten Kerinci sendiri merupakan salah satu proyek strategis sektor kesehatan yang mendapat dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan. Dengan nilai investasi hampir Rp139 miliar, proyek ini diharapkan mampu menghadirkan layanan kesehatan yang lebih modern, meningkatkan mutu pelayanan medis, serta memperkuat sistem kesehatan daerah.
Penetapan pemenang tender tersebut tertuang dalam dokumen resmi yang ditandatangani secara elektronik oleh Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Kementerian Kesehatan, Zulvia Dwi Kurnaini, pada 1 Juni 2026.
Dengan rampungnya proses tender, harapan masyarakat kini tertuju pada segera dimulainya pembangunan RSUD Kabupaten Kerinci, yang diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan modern dan kebanggaan baru bagi Bumi Sakti Alam Kerinci. (*)


